Yayasan El-Fawaz :: Iman - Yakin - Sukses

 
 
 
 
 
 
You are here: Materi Utama Tausiah Renungan, Hikmah Gempa Bumi, Tsunami Mentawai & Gunung Merapi
 
 

Renungan, Hikmah Gempa Bumi, Tsunami Mentawai & Gunung Merapi

Email Cetak PDF

Gabungan_Gempa__Merapi_1Disamping musibah yang tengah melanda di negeri ini,

Dengan adanya gempa di ikuti tsunami di kepulauan mentawai,
Dan Gunung Merapi yang terus erupsi.
Marilah kita mengambil HIKMAH...
Mengapa mesti ada gempa dan gunung yang erupsi ?

Para ahli geologi telah mengetahui bahwa yang berpengaruh besar dalam sejarah pembentukan bumi adalah munculnya rangkaian gunung. Munculnya relief gunung akan mempengaruhi keseimbangan lautan dan benua, menghilangkan beberapa bagian bumi yang tinggi dan menumbuhkan bagian-bagian yang baru.

Profesor Siaveda, ahli geologi kelautan terbaik di Jepang dan ilmuwan terkemuka, pernah mengungkapkan bahwa ”Gunung-gunung terpancang demikian kuat di bumi, mereka menembus jauh ke dalam bumi dan mempunyai akar (seperti pasak). Baik pegunungan darat dan laut sama-sama memiliki akar untuk menyangga mereka.”

Gunung-gunung yang hanya muncul sebagian kecilnya saja di atas bumi ini juga memiliki fungsi amat signifikan untuk menstabilkan kulit bumi. Telah terbukti bahwa yang paling mendasar dari perubahan-perubahan geologi adalah lipatan bumi yang asalnya dari rangkaian gunung. Lipatan tanah mengambil ’tempat duduk’ di atas relief, dan dimensinya berbeda-beda, sampai beberapa kilometer bahkan beberapa puluh kilometer. Dari fenomena lipatan inilah kulit bumi menjadi stabil.

1500 tahun yang lalu sebelum para ahli mengetahui, keterangan tentang terpancangnya gunung-gunung sebagai pasak yang menstabilkan bumi telah ditegaskan oleh Allah subhanahu wa ta’ala yang berfirman kepada Nabi yang buta huruf melalui Malaikat Jibril (yang artinya) :

”Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik.” (Al Quran Surat Luqman ayat 10)

”Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka, dan telah Kami jadikan (pula) di bumi itu jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk.” ( Al Quran surat Al Anbiya ayat 31)

"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan dan gunung-gunung sebagai pasak? "(Al Quran Surat An Naba ayat 6-7)

Bisa dibayangkan tanpa adanya gunung yang erupsi, maka bumi yang di dalamnya ada magma yang sangat panas, pasti bumi akan selalu berguncang hebat bahkan hancur berantakan. Dan pergeseran bumi pada lipatan bumi adalah elastisitas kulit bumi yang menyikapi menggelegarnya isi bumi. Bahkan dalam Al Quran digambarkan gunung (yang merupakan dataran tinggi sehingga berbentuk pulau di daratan) berjalan seperti jalannya awan yang menggambarka elastisitas kulit bumi.

”Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Quran Surat An Naml ayat 88)

Dengan memahami ini, insya Allah kita akan memaklumi setiap musibah gempa dan gunung yang erupsi. Alam ini tidak berjalan dengan sendirinya, semuanya atas kehendak Allah, dan Dia telah berbuat yang terbaik untuk manusia.

”Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (Al Quran Surat Al baqarah ayat 216)

Hikmah yang lain
Kita bisa membayangkan, bagaimana komentar masyarakat jahiliyah saat itu yang mendapat ayat-ayat tersebut, mereka mengatakan Rasulullah Muhammad shalallaahu ’alaihi wa sallam sebagai orang gila.

”Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, tatkala mereka mendengar Al Qur'an dan mereka berkata: "Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila". (Al Quran Surat Al Qalam ayat 51)

Al Quran benar-benar akan menjadi mukjizat bagi manusia modern, karena berbagai misteri yang ada dalam Al Quran akan bayak terbukti seiring berkembaangnya ilmu pengetahuan.

”Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? ( Al Quran Surat Fushilat ayat 53)

Tetapi banyak manusia yang membaca dan mempelajari Al Quran tetapi tidak berpengaruh bagi keimanan mereka, karena hatinya keras membatu.

" Kemudian setelah itu hatimu menjadi keras seperti batu, bahkan lebih keras lagi. Padahal di antara batu-batu itu sungguh ada yang mengalir sungai-sungai daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang terbelah lalu keluarlah mata air daripadanya dan di antaranya sungguh ada yang meluncur jatuh, karena takut kepada Allah. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Baqarah: 74)

Dan Allah menyindir manusia yang demikian bahwa Gunnung pun punya perasaan dan rasa takut kepada Allah.

”Kalau sekiranya Kami menurunkan Al Qur'an ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” (Al Quran surat Al Hasyr ayat 21)

Semoga Allah selalu memberikan HIKMAH kepada kita.

”Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur'an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (Al Quran Surat Al Baqarah ayat 269)

 

Wahai saudaraku !


Mari kita
renungkan di sela-sela kesibukan kerja kita, apa sih sebenarnya yang terjadi dengan bangsa Indonesia. Hikmah apakah yang tersembunyi di balik semua musibah ini. Baik bencana meletusnya gunung merapi, gempa dan tsunami Mentawai, dan bencana-bencana yang lain. Apa hikmah meletusnya gunung merapi? Apa hikmah gempa bumi dan tsunami Mentawai.

Saudaraku !
Meletusnya gunung merapi di Jogja dan gempa bumi yang diiringi tsunami di Mentawai sudah menjadi takdir Allah. Suka atau pun tidak harus kita terima dengan ikhlas. Karena pasti di balik ini semua ada rencana Allah yang tidak kita ketahui. Pasti demi kebaikan manusia dan alam semesta. Meskipun ada yang harus menjadi korban. Sebab Allah Maha Adil dan Maha Penyayang tidak mungkin berbuat aniaya kepada hamba-Nya. Ingat ! bukan Allah yang berbuat aniaya, tapi manusialah yang berbuat aniaya kepada diri mereka sendiri.

Saudaraku seiman !
Ibnu Qayyim berkata:
“Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusanNya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah. Namun akal kita sangat terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia dibawah sinar matahari. Dan ini pun hanya kira-kira, yang sebenarnya tentu lebih dari sekedar gambaran ini.”

Lalu apa hikmah terjadinya gempa bumi, tsunami, meletusnya gunung merapi dan musibah yang terjadi di Indonesia?

Hikmah-hikmah musibah dan bencana
1. Sabar sebagai konsekuensi menghadapi kesulitan dan kesusahan. Allah berfirman:
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira pada orang-orang yang sabar,(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun (Sesungguhnya semua berasal dr Allah dan akan kembali kpd_NYa). Mereka itulah yang mendapat keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Rabb mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS.Al-Baqarah:155-157)

2. Menghapuskan dosa dan kesalahan. Allah berfirman:
“Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri,dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS.Asy-Syura:30)
Dari Sahabat Abu Hurairah dan Abu Sa’id radiallahuanhu : Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah seorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah gulanaan hingga duri yang menusuknya melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya. (HR. Bukhari)

3. Dicatat sebagai kebaikan dan derajat ditinggikan.
“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu,melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya” (HR.Muslim)

4. Jalan menuju syurga. Dari Abu Hurairah,Rasulullah SAW bersabda:
“Syurga itu dikelilingi dengan hal-hal yang tidak disukai dan Neraka itu dikelilingi dengan berbagai macam syahwat.” (HR. Bukhari – Muslim)
Allah berfirman dalam sebuah hadist qudsi:
“Tidaklah ada suatu balasan (yang lebih pantas di sisiKu bagi hambaKu yang beriman, jika Aku telah mencabut nyawa kesayangannya dari penduduk dunia kemudian dia bersabar atas kehilangan orang kesayanagnnya itu, melainkan Surga.” (HR. Bukhari)
5. Membawa keselamatan dari api neraka

“Janganlah kamu mencacimaki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi” (HR. Muslim)

6. Mengembalikan hamba kepada Rabb-nya dan mengingat kelalaiannya. Allah berfirman:
“Dan sesungguhnya KAmi telah mengutus Rasul-Rasul kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami timpa mereka dengan kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk dan merendahkan diri.” (QS.Al-An’am : 42)

7. Mengingat nikmat Allah yang lalu dan yang ada. Seorang penyair berkata: Seseorang tidak mengenali tanda-tanda sehat selagi dia belum tertimpa sakit.
8. Mengingat keadaan saudara-saudaramu yang ditimpa musibah . Maka diantara hikmah Allah, Dia menimpakan cobaan berupa penyakit dan penderitaan kepada orang mukmin pada waktu-waktu tertentu, agar dia mengingat saudara-saudaranya yang ditimpa kesulitan, sehingga tergugah untuk membantunya.

9. Mensucikan hati. Ibnu Qayyim radiallahuanhu berkata:
“Hati dan ruh bisa mengambil manfaat dari penderitaan dan penyakit yang merupakan urusan yang tidak bisa dirasakan kecuali jika di dalamnya ada kehidupan. Kebersihan hati dan ruh tergantung kepada penderitaan badan dan kesulitannya.” (Tuhfatul Mariidh hal 25)

10. Cobaan dan ujian merupakan nikmat. Karena hikmah dari berbagai cobaan,orang – orang shalih justru gembira sekiranya mendapat cobaan spt telah mendapat kesenangan. RAsullullah SAW menyebutkan bahwa para Nabi telah ditimpa cobaan berupa penyakit, kemiskinan dan yang lainnya kemudian beliau bersabda:
“…Dan sesungguhnya salah seorang diantara mereka benar-benar merasa gembira karena mendapat cobaan, sebagaimana salah seorang merasa gembira karena telah mendapatkan kelapangan.” (HR. Ibnu Majah)

Semoga kita dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari segala musibah yang melanda Indonesia. Sehingga kita segera sadar dan taubat dari dosa-dosa yang dengan sadar atau tidak sering kita lakukan.

Astaghfirullahal ‘adzim…3 X
________________________________________
Dikutip dari : Kata-Kata Hikmah, Do’a & Hiburan (Bagi orang sakit dan terkena musibah) Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shahih oleh Yazid bin Abdul Qadir Jawas.

Comments (0)Add Comment

Write comment

security code
Write the displayed characters


busy
 
 
 
 

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini267
mod_vvisit_counterKemarin283
mod_vvisit_counterMinggu ini267
mod_vvisit_counterMinggu lalu1848
mod_vvisit_counterBulan ini5218
mod_vvisit_counterBulan lalu9271
mod_vvisit_counterTotal Pengunjung69360

ShoutMix

Facebook Fan Page

Share/Save/Bookmark